Your Bible search

gravatar

Kiamat 2012 ?!

K I A M A T : 2 0 1 2 ?

Apakah dunia akan kiamat pada tanggal 21 Desember 2012???



JANGAN PERCAYA tapi tetap BERJAGA-JAGA sebab YESUS KRISTUS akan datang kembali di saat yang tidak kita duga.



Matius 24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."



Masalah Kiamat atau akhir zaman inipun tidak diketahui oleh Tuhan Yesus Kristus, hanya Allah Bapa di Sorga saja yang tahu tentang hal itu, jadi untuk kita semua tentulah akan menjadi rahasia yang amat besar, namun demikian kita bisa mengetahui, bahwa kita semua ini sudah berada di akhir zaman, hal itu kita ketahui melalui ALKITAB (ALLAH KITA TETAP AMAT BERJAYA), dan didalam ALKITAB itu telah tertulis dengan amat jelas, bahwa pada saat ini sudah banyak tampil pengejek-pengejek dengan ejekan ejekannya melalui internet atau media lainnya, yaitu orang orang yang hidup menuruti hawa nafsunya (2 Petrus 3:3).

Akan tetapi, saudara saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janjiNYA, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah.

Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janjiNYA. Kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

Sebab itu, saudara saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapanNYA, dalam perdamaian dengan DIA.

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan padanya. (2 Petrus 3 : 3 – 15).

Nah, kan sudah ditulis di dalam ALKITAB (ALLAH KITA TETAP AMAT BERJAYA) dengan amat terperinci. Pelajarilah ALKITAB dengan sungguh sungguh mulai sekarang juga.

Marilah kita renungkan sendiri, nanti pada tanggal 21 Desember 2012 itu posisi bumi kita ini dan Matahari kita akan segaris lurus dengan pusat galaksi Bima sakti hal ini telah diketahui melalui ilmu Astronomi, pada saat itu tentulah medan maknit dari Matahari dan medan maknit bumi akan lebih mudah saling tarik menarik, daripada kalau tidak tepat segaris lurus dengan pusat galaksi Bima Sakti dan pada saat itulah dunia kita ini akan mengalami perubahan yang amat besar.

Menurut tafsiran saya yang bodoh dalam ilmu Astronomi ini, orang orang Uni Soviet, orang orang Amerika dan sekarang orang orang Tionghoa yang di Republik Rakyat Tiongkok sudah mulai bergegas membuat stasiun ruang angkasa agar mereka bisa menghindari kehancuran bumi kita ini, entah itu dengan jalan berpindah ke planet Mars atau planet lainnya yang bisa menunjang kehidupan seperti di bumi kita ini.

Kehidupan yang telah diberikan kepada kita oleh Allah Bapa di Sorga itu sungguh amat baik dan sebenarnya manusia tidak perlu mengeluh, baik itu yang kaya, yang pintar, yang miskin maupun yang bodoh sekalipun.

Cobalah kita perhatikan seekor semut, semut ini sama sekali tidak punya kantor Bank, tidak mempunyai Credit Card bahkan tidak memiliki rumah mewah dan mobil yang hebat hebat, tetapi makanan semut ini selalu ada, karena semut dapat mengetahui bahwa di masa masa tertentu akan timbul paceklik, untuk itulah semut semut ini sudah mempersiapkan banyak makanan di sarangnya jauh sebelum masa paceklik itu tiba.

Kalau kita mau berbuat yang sama, tentulah kita tidak perlu khawatir apa apa tentang kehidupan kita, asal kita mau menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai TUHAN dan JURU SELAMAT KITA .

Kita sudah diberi penjelasan oleh Tuhan Yesus, di injil Yohanes 3: 3 „Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah“ dan di Injil Yohanes 14 : 6 juga sudah diberikan konfirmasinya, yaitu kata Yesus kepadanya:“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang, kepada Bapa, kalau tidak melalui AKU“

Dari penjelasan penjelasan yang begitu akurat; bahkan di kitab kitab lain yang kita anggap sucipun tidak pernah dituliskan penjelasan seperti itu, maka kita semua sudah tidak memiliki jalan lain untuk menuju ke Allah Bapa di Sorga, kecuali hanya mau menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat kita secara pribadi. Untuk itulah kita harus mau juga melakukan segala sesuatu yang telah difirmankanNYA kepada kita, antara lain yaitu yang ditulis di Injil Markus 16 : 15 – 20.

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah IA ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan ALLAH. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda tanda yang menyertainya. Ingatlah juga isi Kitab Yudas 1 : 17 – 25. Saya memang tidak menuliskan isi Firman Tuhan itu, tapi bukalah Alkitab anda dan carilah sendiri agar anda lebih yakin lagi, terima kasih.



Wahyu 3:11 Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.

gravatar

What is True Christian?

What Is a True Christian?
What does it take to be a Christian? According to the Bible, there is much more to being a true follower of Jesus Christ than most people realize. How does God's Word define a true Christian?
The term "Christian" is widely used to describe those who believe in Jesus Christ. However, there are many differing ideas as to just what this term means. Believers in Christ are generally anxious to be considered true Christians—but just what is a genuine follower of Jesus Christ? Is there any way to know for sure? The Bible uses the word Christian only three times (Acts 11:26; 26:28; 1 Peter 4:16). However, various aspects of Christianity are mentioned abundantly. For example, the apostle Paul stated that we should imitate him just as he imitated Christ (1 Corinthians 11:1). This is a major step in defining a true Christian, but there is more.
Called, chosen and faithful
The Bible gives us additional details. For instance, an individual must be called by God to be considered a Christian. In the parable of the wedding feast, our Savior stated that "many are called, but few are chosen" (Matthew 22:14). The calling has to do with an invitation. Many are invited, but only some answer the call. What is this calling from, and what is it a calling to? It is a calling "out of darkness into [God's] marvelous light" (1 Peter 2:9). God calls whom He will out of the spiritual darkness and deceit that smothers this world and reveals to them His wondrous truth. That calling entails an understanding of that precious truth. If we obediently respond to that calling and come out of spiritual darkness, we are also among the chosen (same verse). Then, if we remain faithful, we can claim the promise that we will join the King of Kings in the family of God (Revelation 17:14). As this verse explains, to be eligible to receive that promise we must be "called, chosen, and faithful." But what kind of people does God call? "For you see your calling, brethren, that not many wise according to the flesh, not many mighty, not many noble, are called. But God has chosen the foolish things of the world to put to shame the wise, and God has chosen the weak things of the world to put to shame the things which are mighty" (1 Corinthians 1:26-27; compare Matthew 11:25-26). Jesus emphasized that tax collectors and harlots would enter the Kingdom of God before those who were often perceived as being righteous in His day. Typically, those looked on as righteous were in reality self-righteous. On the other hand, those of low standing are more likely to see their inadequacy and their need to repent of their sins. Generally speaking, they also will be more inclined to appreciate the forgiveness made possible through Jesus' sacrifice (Matthew 21:23, 31-32). Therefore, God most often calls people who don't view themselves as high and mighty but who instead see problems in themselves. They are more humble and teachable because they can more readily recognize and acknowledge their human weaknesses. They are people who have made mistakes and know it. That is part of the reason God chooses "not many wise, not many noble," but rather those that the world often views as foolish and weak. They more readily see their need for God's help. On the other hand, those who see themselves as powerful and self-sufficient usually fail to see a need for God or His help.
Who is God calling now?
Is God now calling the majority of humanity? Most people think so. But if He is, He clearly has not succeeded. After Jesus Christ's 31/2-year ministry, only 120 disciples were gathered on the day of Pentecost to become part of the Church Jesus began. Christ's true followers are described as a "little flock" (Luke 12:32), following a narrow and difficult pathway of life that very few find amidst the prevailing culture of "this present evil age" (Matthew 7:13-14; Galatians 1:4). Even if all people who are classified as "Christian" were considered to be called of God, there still are far more who do not recognize Christ and in many cases have not even heard His name. This is difficult to reconcile with the idea that God is calling everyone now. God has revealed in His Word, however, that He has a magnificent plan through which all will ultimately come to know His way of life. Through studying this plan of salvation, we learn that God is not attempting to call the majority now, in this present age of man, but is letting most live the lesson of human experience under Satan's sway. After they learn hard lessons through this experience, many more eventually will want to go God's way than would have otherwise. In the future the contrast between God's way and Satan's will be abundantly evident. At that time, people who decided to determine for themselves what is right and what is wrong finally will come to realize that only the Great God can define what is right and wrong, holy and unholy, good and bad. Tragically, this lesson extends throughout all human history. Just as Adam and Eve did, human beings have long tried to determine for themselves what is right and wrong, rejecting God's revelation. Sadly, we have reaped the painful fruit of those wrong choices (Galatians 6:7).
Proper worship required
Could these wrong choices and decisions extend to the way we worship God and Jesus Christ? Jesus Himself made it clear that merely using His name does not make one a Christian. "Not everyone who says to Me, 'Lord, Lord,' shall enter the kingdom of heaven, but he who does the will of My Father in heaven" (Matthew 7:21, emphasis added throughout). Did you catch that? It is possible to worship God and His Son, but still not be a real Christian! Christ warned of those who would institute their own practices and doctrines and wrongly expect God to honor such worship: "Hypocrites! Well did Isaiah prophesy about you, saying: 'These people draw near to Me with their mouth, and honor Me with their lips, but their heart is far from Me. And in vain they worship Me, teaching as doctrines the commandments of men'" (Matthew 15:7-9). Jesus noted that although God is clearly the object of their worship, since they choose to worship Him in their own way, as opposed to the way God tells us to worship Him, such worship is vain and useless. By contrast, a true Christian will worship God according to God's instruction in His holy Word, the Bible, and not according to his own devices and imagination (Deuteronomy 12:32). The Bible emphasizes that we should strive daily to live "by every word of God" (Luke 4:4; Deuteronomy 8:3). While no one can ever earn salvation—as it is God's freely given gift (Romans 6:23)—God will not give salvation to anyone who stubbornly persists in doing things his own way. Ever since Adam and Eve yielded to Satan's deception, most people simply have not correctly understood God's truth. They do not realize that Satan the devil has continued to deceive the overwhelming majority of humankind (see 1 John 5:19; Revelation 12:9). In so many cases, people are sincerely doing what they think is right. They simply do not understand that Satan, the real "god of this age" (2 Corinthians 4:4), has extended his deceitful, lying ways even into teachings and practices embraced by mainstream Christianity (2 Corinthians 11:13-15). The real test begins when God opens one's mind to His truth. Once the Creator begins to reveal truth to a person, that individual bears a responsibility to act on it. If that person doesn't show a willingness to live by what he or she has learned, God will add nothing more to his or her understanding. The person has shown that he really doesn't want to do even what he has already learned.
God requires a change
To be a true Christian, a person must take a vital step: He or she must truly repent. After the apostle Peter's powerful sermon on the day the New Testament Church began, many were "cut to the heart" when they recognized that it was their sins for which Jesus was crucified (Acts 2:37). Peter's striking sermon had made it clear just who Jesus was—the promised future King whom God had raised from the dead and by doing so had made Him both Lord and Christ (verses 29-32, 36). Their sins had necessitated the death of the very Son of God! They then "said to Peter and the rest of the apostles, 'Men and brethren, what shall we do?' Then Peter said to them, 'Repent, and let every one of you be baptized in the name of Jesus Christ for the remission of sins; and you shall receive the gift of the Holy Spirit. For the promise is to you and to your children, and to all who are afar off, as many as the Lord our God will call'" (verses 37-39). We see here several crucial steps to becoming a true Christian. First, a person must be called by God. Then he or she must repent of past sins. Although repentance is a major subject requiring more explanation than is possible here, we should realize that it is far more than merely an emotional experience. It is truly a life-changing process. To repent means to change, to turn around, to stop going the way you are going. It is to be truly sorry for your sins, as well as to have sorrow for your inclination and desire to do the wrong things. In biblical terms, this process of change, of surrendering yourself and turning your life over to God, is called conversion. Obviously a human being cannot change everything at once, but one can have a repentant attitude and turn in the right direction, making basic changes as he or she embarks on a new path and a new life of overcoming—bearing "fruits worthy of repentance" (Matthew 3:8). To be repentant, it is essential to have some understanding of what to repent of. If one doesn't realize stealing is sinful, he cannot repent of it. If he isn't aware that profaning God's name or profaning God's Sabbath constitutes sin, he cannot repent of those transgressions. This is where God's calling—His revealing of truth so that we might become a true Christian—applies. The Creator reveals His truth through His Word, the Bible, so we can understand what sin is and so we might comprehend the way of life to which He has called us. We see, then, that a person cannot truly become a Christian unless he truly repents.
Another step required
After genuine repentance, Peter instructs that we must be baptized (Acts 2:38). The Greek word baptisma (baptism) refers to the "processes of immersion, submersion, and emergence" (Vine's Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words, 1985, "Baptism, Baptist, Baptize"). Water baptism is a physical act designed to teach us a vital spiritual lesson. "Baptism" performed through sprinkling or pouring fails to fulfill the symbolism of this important ceremony. Baptism is described in Romans 6 as representing our death, burial and resurrection to new life through Jesus Christ. Through baptism our "old man" or self is symbolically buried in a watery grave and we rise from the water as a new person to live a new life (verses 3-13). The experience of Noah's family in the ark during the great Flood as well as ancient Israel's passing through the Red Sea figuratively represent water baptism (1 Peter 3:20-21; 1 Corinthians 10:2). Both events culminated in salvation—albeit only physical deliverance for those involved—and also signified the passing from an old world and sinful way of life to a completely new one where righteousness prevails. Baptism represents our salvation and deliverance from our earlier way of living that leads to death to a new way of righteous living, leaving our old self behind in a symbolic watery grave. In the light of these verses, can one still be a Christian and be saved without baptism? Read Mark 16:16 for additional biblical evidence: "He who believes and is baptized will be saved."
The gift of God's Spirit
Following water baptism, God offers His Holy Spirit to the repentant believer. Can a person be a Christian without God's Spirit? The Bible answers: "... You are not in the flesh, but in the Spirit, if indeed the Spirit of God dwells in you. Now if anyone does not have the Spirit of Christ, he is not His" (Romans 8:9). Notice how "Spirit of God" and "Spirit of Christ" are used interchangeably. There is only one Holy Spirit (Ephesians 4:4), and one cannot be a Christian without it. That Spirit enables the Christian to understand spiritual things—"the things of God" (1 Corinthians 2:11). Through the Holy Spirit, a Christian builds godly character and shows evidence of God at work in his or her life through proper fruit (Galatians 5:22-23). The Spirit works in a Christian to provide power, love and a sound, godly mind (2 Timothy 1:6-7). Another element tied to repentance is what Jesus Christ called "counting the cost." He cautions those who would follow Him, "For which of you, intending to build a tower, does not sit down first and count the cost, whether he has enough to finish it ... so likewise, whoever of you does not forsake all that he has cannot be My disciple" (Luke 14:28, 33). This means that whoever would become a true Christian must be willing to give his or her life to God, to always put God first (Matthew 6:33). True Christianity is not cheap; the cost is to surrender your life. It requires total commitment. A Christian may stumble or falter along the way. He may even hesitate. But with God's help, he or she will work through the obstacles and put God first in all aspects of life.
Walk as Christ walked
A true Christian will have a very different perspective on life. He will have an overriding goal to live like Jesus Christ. "He who says he abides in Him ought himself also to walk just as He walked" (1 John 2:6). A true Christian's understanding of how to live will be deeply rooted in the example of the life of the Messiah and that of His followers, the apostles. Included in the concept of walking as He walked is the aspect emphasized in 1 Peter 2:20-21: "For what credit is it if, when you are beaten for your faults, you take it patiently? But when you do good and suffer for it, if you take it patiently, this is commendable before God. For to this you were called, because Christ also suffered for us, leaving us an example, that you should follow His steps." A true Christian will look, in faith, to God, realizing his total dependence on the Creator. He or she will demonstrate the fruits of God's Holy Spirit and true Christianity through good works. It is a fantastic privilege to be a Christian in this age, but one that requires dedication and carries heavy responsibility. The rewards are enormous for all those who choose to serve God and become true followers of Christ—Christians as defined in the Bible. GN

gravatar

Tips Berpacaran bagi Orang Kristen

1.. Belajarlah untuk mengutamakan Tuhan dalam hidup Anda! Persiapkan diri Anda untuk sebuah pernikahan Kristen! Bacalah Alkitab Anda, berjemaatlah di gereja dimana Anda bertumbuh. Pelajarilah hikmat Tuhan untuk pernikahan, suami-suami dan istri-istri. Alkitab telah memberikan kita satu perintah yang sangat penting untuk bidang ini, yaitu “menjadi pasangan yang seimbang (2 Korintus 6 :14). Pelajarilah ayat ini dan cobalah untuk dapat mengerti arti sebenarnya!



2.. Kenali diri Anda! Ambillah waktu untuk membuat perubahan apapun yang Anda butuhkan untuk dapat menjadi pasangan yang baik bagi seseorang. Anda TIDAK dapat menjadi bahagia dalam pernikahan MANAPUN tanpa bahagia terlebih dahulu dengan diri Anda sendiri!



3.. Mengetahui apa yang Anda butuhkan! Anda harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan Anda, dengan demikian Anda dapat mengkomunikasikannya dengan pasangan Anda di masa depan. Ini adalah hal yang tidak dapat Anda kompromikan! Tanyakan juga kepada pasangan Anda apa yang dia butuhkan. Kemudian carilah tahu apakah Anda berdua dapat saling memenuhi kebutuhan satu sama lain. Kami bahkan tidak dapat cukup meyakinkan Anda bahwa hal ini sangatlah penting!



4.. Belajarlah untuk peka terhadap tanda-tanda peringatan yang Anda rasakan ketika Anda sedang pacaran dengan seseorang! Menyadari bahwa seseorang yang sedang menjalin hubungan dengan Anda bukanlah “seseorang yang special” adalah separuh dari perjuangan Anda. Anda bisa saja berusaha agar hubungan itu dapat berjalan dengan baik seumur hidup Anda, yang kemudian pada akhirnya, tidak akan pernah berhasil! Semua orang mempunyai kualitas yang baik dan buruk. Hanya karena Anda tidak cocok dengan seseorang, bukan berarti bahwa orang itu tidak akan menjadi pasangan yang baik bagi orang lain! Apabila memang tidak “cocok”, hormati diri Anda dan pasangan Anda dengan mengakhiri hubungan Anda. Anda berdua layak untuk memiliki hidup yang berbahagia.



5.. Jangan hidup dalam ketakutan dengan kemungkinan bahwa Anda akan tetep sendiri seumur hidup Anda. Ketakutan akan menumbuhkan kegilaan ketika Anda sedang menjalin hubungan! Kebutuhan Anda menjadi tidak berarti sama sekali bagi diri Anda! Anda bahkan dapat membuat keputusan-keputusan bodoh ketika ketakutan ini mengambil alih diri Anda. Isilah kehidupan Anda dengan hal-hal yang dapat membuat Anda merasa gembira. Serahkan semuanya kepada Tuhan dan TINGGALKAN itu di sana!



6.. Minum-minum yang berlebihan (alkoholik, pesta minuman keras di akhir pekan, dll), orang yang bertindak dengan kekerasan dan sejenisnya, adalah orang-orang yang “TIDAK MAMPU” untuk sebuah hubungan dengan komitmen.

Orang-orang ini membutuhkan pertolongan dan “penyakit-penyakit” mereka membuat mereka untuk saat itu, tidak mampu membangun suatu hubungan yang sehat. Tentu saja Allah tidak berkenan bahwa ada sesuatu yang kita ‘sembah’ selain Dia. Allah harus selalu menjadi yang pertama. “Hubungan” sejenis ini terbukti hanya akan terus menyakiti Anda berulang-ulang kali. Doronglah mereka selalu, sesering mungkin, untuk mencari pertolongan yang mereka butuhkan, sehingga satu hari nanti mereka akan dapat mengalami hidup yang telah Allah rencanakan bagi mereka. Sumber Kristen untuk pemulihan dalam hal ini di internet, dapat Anda temui di www.christians-in-recovery.com



7.. Carilah seorang konselor Kristen dengan reputasi yang baik, bila memungkinkan, untuk membantu Anda dalam membuat keputusan yang benar.

Pernikahan adalah KOMITMEN untuk SEUMUR HIDUP. Anda bertanggung jawab terhadap diri Anda sendiri untuk membuat keputusan terbaik yang bisa Anda buat. Menemukan pasangan yang tepat dan membuat komitmen untuk seumur hidup dengan orang tersebut adalah sebuah anugerah yang luar biasa dari Tuhan



2. Bagaimana Saya Mengetahuinya?

Pertanyaaan yang ditanyakan oleh semua orang, inilah tips nya:



1.. Apakah Anda merasakan DAMAI..DAMAI..DAMAI..Damai di hati Anda? Apabila sama sekali tidak ada perasaan itu di dalam diri Anda maka Anda tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres! “Tapi mungkin segala sesuatunya akan berubah”, jawab Anda. Apakah Anda sedang membuat alasan-alasan untuk seseorang, bahkan ketika Anda tidak setuju, atau itu memukul pusat dari diri Anda yang sebenarnya? Apabila Anda harus membuat alasan, bahkan hanya satu alasan, maka Anda benar-benar harus mengawasi dengan benar arah yang sedang Anda tuju. Ini adalah masalah besar, sobat!



2.. Apakah Anda bertengkar/berbaikan lagi.. bertengkar/berbaikan lagi? Ini bukanlah tanda bahwa kalian berdua dapat berpasangan dengan cukup baik.

Tuhan tidak pernah memaksudkan pernikahan sebagai medan peperangan dari keinginan-keinginan kita. Apabila ini terjadi ketika Anda sedang berpacaran, yakinlah bahwa hal ini akan terus berlanjut ketika Anda telah menikah. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan prinsip pernikahan yang kita ketahui.

Kembali lagi kepada kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan seseorang sedang diabaikan, kadang-kadang, kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi. Adalah sangat penting untuk dapat mengetahui apakah pasangan Anda di masa depan dapat memenuhi kebutuhan Anda atau tidak dan sebaliknya. Mengetahui perbedaan yang ada di antara Anda akan dapat menghindarkan Anda dari sakit hati di masa yang akan datang.



3.. Kami beranggapan bila Anda membaca artikel ini maka Anda adalah seorang Kristen atau berniat untuk menjadi kristen, oleh karena itu, seks.. seharusnya tidak pernah menjadi bagian dalam pacaran!! Apa yang kami maksud adalah sebagai berikut. Apabila salah satu dari pasangan itu merasa ditekan oleh seks, maka itu bukanlah hubungan/pernikahan Kristen yang sedang dijalin. Anda dapat yakin bahwa hubungan ini tidak berdasarkan prinsip-prinsip yang Tuhan kehendaki. Anda harus kembali lagi untuk mengetahui apa yang Anda butuhkan. Apabila Anda menginginkan dan membutuhkan pernikahan Kristen, maka ini akan memberitahukan kepada Anda kemana arah yang sedang Anda tuju! Tidak ada alasan apapun untuk yang satu ini! Tuhan memaksudkan bahwa hubungan seks hanya untuk suami dan istri di dalam sebuah pernikahan kudus!



Ingatlah ini:

Sangatlah mudah untuk menemukan “pasangan yang salah”.

Dibutuhkan mengetahui siapa diri Anda sebenarnya, doa yang setia dan kesabaran untuk menemukan yang tepat! Isilah hidup Anda dengan hal-hal yang Anda sukai, bacalah Alkitab maka Anda akan mampu untuk dapat mengikuti kehendak Tuhan di dalam hidup Anda.



Tuhan ingin supaya ANDA memiliki hidup luar biasa seumur hidup Anda dengan pasangan yang istimewa,… demikian juga kami!





3. Cinta Sejati..!

Penuh Kedamaian, Lemah Lembut dan Baik Hati!

Cinta yang sejati menenangkan hati kita dari kekacauan, membuat hati kita merasa lebih santai dan bahagia serta memberikan kehangatan dan kedamaian bagi jiwa kita.



Rendah Hati

Cinta sejati adalah cinta yang rendah hati. Orang yang rendah hati akan menjadi pasangan yang terbaik. Kerendahan hati diri mereka akan menjadi dasar dari kemampuan mereka untuk mencintai.



Jujur dan Penuh kebenaran!

Cinta sejati selalu ingin untuk menjadi jujur setiap waktu! Ini adalah satu-satunya cara agar cinta sejati dapat bertahan. Kejujuran akan membangun kepercayaan. Kepercayaan adalah tulang punggung dari sebuah pernikahan yang baik! Tanpa kepercayaan maka Anda tidak dapat membuat diri Anda menjadi diri Anda yang sebenarnya. Apabila kepercayaan gagal, maka semuanya akan berakhir.



Tidak Mementingkan Diri Sendiri

Cinta sejati adalah seorang “pemberi”. Masing-masing dari pasangan itu menyadari kebutuhan satu sama lain, dan ingin memberi kepada satu sama lain.

Pasangan yang tidak mementingkan diri sendiri tahu bahwa mereka harus mencintai satu sama lain seperti Kristus mengasihi gereja-Nya, dengan sikap seorang hamba.



Abadi

Cinta sejati mengikatkan diri mereka yang satu kepada yang lain untuk seumur hidup! Inilah apa yang Tuhan maksudkan untuk sebuah pernikahan. Tidak ada satupun alasan yang cukup kuat untuk mengkhianati “cinta” yang Tuhan sedang berikan bagi Anda. Kesetiaan adalah satu-satunya cara untuk menguatkan kepercayaan yang dibutuhkan untuk membangun sebuah pernikahan dari tahun ke tahun!



Memberikan Pengharapan!

Cinta sejati selalu menginginkan apa yang terbaik bagi orang lain.

Kecemburuan ataupun iri hati tidak pernah masuk ke dalamnya karena cinta sejati hanya peduli untuk melihat yang lain menjadi yang terbaik dari apa yang mereka bisa!



Sabar

Cinta sejati tidak pernah terburu-buru, selalu mengambil waktu untuk melihat melalui setiap situasi. Cinta sejati menunggu satu sama lain, tidak peduli apapun yang terjadi, untuk apapun, dan … kapanpun.



1.. Cinta Sejati Bukanlah!

Apa yang “DUNIA” ingin Anda percayai tentang apa sebenarnya CINTA itu!



SEKS!

Cinta sejati tidak didasarkan pada cinta secara seksual. Banyak orang yang mencampuradukan CINTA dengan seks, dan ini adalah kondisi yang sangat menyedihkan. Mereka yang terikat dengan seks pranikah tidak akan mampu untuk membangun “cinta sejati” ketika emosi mereka telah terikat dengan cinta seksual. Seks adalah anugerah dari Tuhan yang disediakan secara khusus hanya untuk pernikahan! Sebaliknya, mereka yang ingin menikah hanya untuk memenuhi kebutuhan seks, mereka akan selalu dikecewakan! Banyak pasangan yang telah menikah dan sudah memiliki anak, menemukan bahwa mereka hanya memiliki waktu yang sangat sedikit untuk keintiman, terutama dalam masa awal-awal pertumbuhan anak mereka. Apabila hubungan Anda didasarkan pada seks sebelum dan/atau sesudah menikah, Anda dapat yakin bahwa masalah-masalah akan bermunculan! Cinta sejati yang dikombinasikan dengan cinta seksual antara dua orang yang telah menikah adalah anugerah yang indah dari Tuhan, penting untuk kesatuan dari hubungan itu, tapi BUKAN tujuan akhir dari “kehidupan pernikahan!” Apabila Anda menyimpan sesuatu dari artikel ini ke dalam hati Anda, maka adalah harapan kami yang paling tulus bahwa Anda mendengar pesan kami. Pernikahan lebih dari sekedar “SEKS”! Membuat hal ini sebagai prioritas Anda atau mendasarkan pernikahan Anda akan SELALU membawa Anda kepada kekecewaan. Jagalah agar seks tetap ada dalam perspektif yang Tuhan inginkan! Bila tidak, maka Anda akan mendapati diri Anda tidak pernah merasa puas.. dan hasilnya sangat merusak! Jangan masuk daerah ini sebelum anda menikah!



Apa Yang Anda Lihat!

Cinta sejati TIDAK ditemukan dari apa yang terlihat dari luar! Anda pernah mendengar cerita lama… “Anda tidak dapat menilai buku yang bagus dengan melihat sampulnya!“ Menikahi seseorang karena mereka tampan/cantik dan itu sesuai dengan Anda, tidak akan memberikan Anda kebahagiaan! Cinta sejati melihat seseorang dari dalam, dimana terdapat “kecantikan sejati”, jangan membuat kesalahan untuk yang satu ini! Orang-orang yang “kelihatan”

biasa-biasa saja dari luar akan menjadi lebih dari biasa-biasa saat Anda mengetahui siapa sebenarnya diri mereka yang ada di dalamnya. Ada banyak, banyak lajang yang akan menjadi pasangan yang luar biasa, tetapi diremehkan hanya karena mereka tidak dapat menjadi cover dari majalah kesukaan Anda.

Dengan berfokus hanya pada apa yang nampak di luar akan membawa kita kepada kekecewaan! Intinya disini adalah bahwa cinta yang sejati terletak jauh di dalam hati, TIDAK PERNAH di luar! Kita harus mengubah pandangan mata kita jauh ke dalam ketika kita sedang mencari pasangan untuk seumur hidup. Apa yang tidak Anda lihat.. adalah apa yang akan Anda dapatkan!



Menyelamatkan!

Cinta sejati TIDAK menghancurkan hidup Anda hanya karena seseorang memiliki masalah. Semua orang bertanggungjawab atas hidup, tindakan, dan keputusan-keputusan mereka sendiri. Apabila keputusan seseorang membuat Anda “gila” atau Anda mencoba untuk mengendalikan kelakuan mereka, Anda cenderung untuk menyakiti diri mereka dan juga diri Anda sendiri. Cinta sejati hanya ada pada orang yang dapat mengurus diri mereka sendiri. Apakah Anda meletakkan hidup dan kebahagiaan Anda dalam keadaan yang berbahaya hanya karena kelakuan buruk orang lain? Apabila Anda mempertimbangkan hendak menikah dan saat ini Anda sendiri sedang tidak bahagia, mengendalikan, atau sedang berusaha menyingkirkan kelakuan buruk seseorang, maka Anda akan membawa diri Anda ke dalam dunia yang penuh dengan penderitaan! Ini bukanlah CINTA jika Anda berusaha “menyelamatkan” seseorang dari keputusan mereka sendiri!! Semua orang harus menerima konsekuensi dari tindakan-tindakan mereka sendiri! Anda tidak dapat ‘menyelamatkan’ seseorang dari diri mereka sendiri.



Mementingkan Diri Sendiri!

Cinta sejati TIDAK mementingkan diri sendiri! Orang yang mementingkan diri sendiri akan menjadi pasangan yang sangat buruk! Cinta sejati hanya dimiliki oleh orang-orang yang tidak mementingkan dirinya sendiri. Mereka tahu bahwa mereka akan menemukan kebahagiaan saat mereka memberi kepada yang lain.

Tidak ada kebahagiaan yang lebih baik di dunia ini daripada kebahagiaan karena memberi. Orang yang mementingkan diri sendiri hanya peduli pada diri mereka sendiri, apa yang mereka miliki dan inginkan. Memenuhi kebutuhan satu sama lain sangatlah penting dalam pernikahan yang sehat. Sangatlah mustahil bagi orang yang egois untuk dapat memberikan apa yang ANDA butuhkan karena kebutuhan mereka selalu lebih pen ing!



Mementingkan Uang!

Cinta yang sejati TIDAK dapat diukur dengan uang! Tidak ada uang dalam jumlah berapapun yang dapat memberikan cinta sejati kepada Anda. Cinta akan uang adalah “akar dari segala kejahatan!” Uang dapat membuat orang melakukan apa yang biasanya tidak mereka lakukan. Bila Anda berpikir Anda harus menikah demi uang untuk menemukan cinta, untuk memiliki pernikahan yang baik, dan/atau agar semua masalah Anda berakhir, maka Anda sangat salah!

Masalah-masalah hanya akan menjadi jauh lebih mahal dengan uang!



Harga Diri yang rendah!

Cinta sejati TIDAK ditemukan pada kepercayaan diri yang tidak sehat! Berapa banyak orang di dunia ini yang percaya bahwa cinta akan membuat mereka bahagia? Apabila Anda tidak bahagia sekarang, maka tidak akan ada satu orangpun yang dapat memberikan kebahagiaan bagi Anda! Anda harus menemukan cinta dalam diri Anda sebelum Anda dapat mencintai seseorang sebagaimana seharusnya. Ada dongeng yang sangat menyesatkan dimana dikatakan “temukan saja seorang pria atau wanita” maka Anda akan bahagia. Pernikahan yang bahagia ditemukan pada dua orang yang telah mencintai diri mereka sendiri dan peduli akan siapa diri mereka saat ini. Mereka tidak mencari pasangan untuk “membuktikan” bahwa mereka dapat dicintai. Sebaliknya, ketika Anda menyadari bahwa Anda sangat berharga… maka Anda akan membuat pilihan-pilihan yang lebih baik. Orang-orang yang menyakiti dan yang merasa tidak dicintai seringkali akan berbalik kepada orang yang pertama kali datang kepada mereka untuk mengisi kehampaan yang mereka rasakan. Kebanyakan hal ini tidak menghasilkan pernikahan yang sehat. Apabila Anda mendapati diri Anda dalam situasi yang seperti ini, maka Anda perlu melangkah mundur sejenak dari hubungan Anda dan bekerja ke dalam diri Anda untuk mencari akar dari ketidakbahagiaan Anda. Sampai saat itu… maka Anda tidak akan mampu membuat keputusan terbaik yang layak Anda terima untuk diri Anda sendiri!



Penyiksaan secara Verbal Atau Fisik!

Cinta yang sejati tidak menyakiti! Tidak diragukan lagi, tindakan pelecehan dalam bentuk apapun yang dilakukan seseorang BUKANLAH CINTA! Cinta adalah kelembutan dari hati manusia! Cinta tidak menghasilkan kesakitan. Rasa sakit yang dikatakan “atas nama cinta” sangatlah jauh dari kebenaran yang dapat Anda peroleh. Cinta selalu membangun, dan tidak pernah menjatuhkan!

Pelecehan secara verbal maupun fisik dapat dikatakan sebagai kelainan tanpa peduli alasan apa yang menyebabkannya. Penyiksaan dalam bentuk apapun sebelum pernikahan dapat dipastikan akan terus berlanjut sampai kepada pernikahan. Konseling bagi pelaku pelecehan adalah SATU-SATUYA langkah yang harus diambil!





Dimanakah Cinta dalam hidup Anda hari ini? Apabila Anda pernah ragu apakah Anda telah menemukan “cinta yang sejati” maka cobalah untuk membaca 1 Korintus 13. Disana Anda akan menemukan apa yang Tuhan katakan mengenai Cinta, bagaimanapun, Dia adalah Cinta itu sendiri!



Apabila Anda masih belum menikah, tolonglah ambil waktu untuk membuat pilihan yang tepat dalam memilih pasangan seumur hidup Anda. Hidup Anda dan orang-orang yang ada di sekitar Anda akan dipengaruhi oleh pilihan ini.

Membuat “pilihan yang tepat” untuk diri Anda mengharuskan Anda untuk melihat secara obyektif diri Anda sendiri dan orang yang akan Anda nikahi. Apabila Anda berkata kepada diri Anda sendiri “Yah, aku kan bisa bercerai!”

Berhentilah sekarang dan ujilah kembali keputusan yang Anda buat! Anda harus menyadari bahwa pasangan hidup Anda adalah untuk seumur hidup. Tuhan tidak berkenan dan sangat membenci perceraian dan itu untuk alasan yang baik karena kehancuran yang dihasilkannya akan berlangsung seumur hidup, bahkan untuk generasi yang akan datang!



Semua orang layak untuk memperoleh kebahagiaan. Tuhan menginginkan agar Anda menjadi bahagia. Ambillah waktu untuk mencari pasangan hidup yang tepat bagi diri Anda. Ijinkan Tuhan untuk bekerja dalam diri Anda dan dalam diri orang lain sehingga suatu hari nanti Anda berdua akan dapat disatukan dalam suatu kesatuan yang sempurna seperti apa yang Bapa inginkan bagi Anda. Anda TIDAK AKAN pernah MENYESAL harus menunggu ketika Anda telah menemukan “ORANG YANG TEPAT”!



Tuhan Memberkati Anda!

Sumber: Elia-Story

gravatar

my personal Facebook and Friendster

Profil | Buat Lencana Anda
Profil Facebook Daniel Ricardo Sopater Sibarani


http://profiles.friendster.com/user.php

http://profiles.friendster.com/dniel7

gravatar

Note 4 Jesus







Jesus Invites Us to Communicate with Him

A. Jesus says, "Come" (Matthew 11:28-30).

Remember when you were a child in elementary school and there was that certain someone you really wanted to be friends with. Then one day they said to you, "Come, sit with me." And you thought, "They like me!" Likewise, Jesus our friend invites us to come and sit with him.

Jesus says, "Listen" (Luke 10:38-42).

"Prayer is not monologue, but dialogue; God’s voice is its most essential part. Listening to God’s voice is the secret of the assurance that He will listen to mine."-Andrew Murray

"It is only when we know that we are powerless that we are prepared to listen to Jesus Christ and to do what He says."-Oswald Chambers

B. We should come as children.

I watch my grandchildren and their relationship with my daughters and sons-in-law. The children love to be with their parents. They are totally dependent upon their parents for their needs. They have no inhibitions about asking for anything they want or need. When their parents are away for a while, they are overjoyed to see them again. They trust them, have complete confidence in them – and are not afraid of them.

Matthew 18:3 (Luke 18:15-17; Mark 10:15).

"A child is never shy before his mother, and a child of God is conscious of his worthiness, namely, his entire dependence."- Oswald Chambers.

C. Jesus is eager to listen and answer our requests.

Matthew 7:7-11

John 16:24b

Luke 18:7&8

In Christ’s teaching on prayer, our Lord never once referred to unanswered prayer. My four year old granddaughter, Tabitha, prayed one night, "Dear God, please give us a good day tomorrow so Grandpa and I don’t have to fish in the rain." The next morning, as soon as she was awake, she ran to the door, to see if God had answered her prayer. In our "adult" praying, we should be just as eager to see if He has answered our prayers.

D. House of Prayer?

Matthew 21:13, (Mark 11:17; Luke 19:46)

You are the temple of God. Are you known as a person who prays? As a temple of God, are you declaring His praises?

1 Corinthians 6:19, 20 (1 Peter 2:5 and 9).


The Prayer Habits of Jesus


"We can be tired, weary and emotionally distraught, but after spending time alone with God, we find that He injects into our bodies energy, power and strength." -Charles Stanley

A. Personal Prayer.

  1. Alone with the Father.
    Mark 1:35
    Mark 6:46


  2. His reason for spending time with the Father was to discover God’s will for His life.
    Why do you pray?
    John 8:26b,28 and 29

B. Public Prayer.

  1. He publicly thanked God for food.
    Mark 8:6,7 (John 6:11, 23; Mark 14:22)

    Do you thank God for your food when you are in a restaurant?

  2. He prayed publicly for the benefit of the people, that they would believe God.
    John 11:41-43

C. In a Small Group.

Luke 11:1 and Luke 9:18

Initiating prayer in a small group (family, friends etc) provides opportunities to teach them how to pray. Vonette Bright, co-founder of Campus Crusade for Christ International, says she learned to pray in a group of college and career people. Their prayers and God’s answers to their prayers, stimulated her to want to know God in a deeper way.

D. He prayed for his disciples.

The greatest gift we can give to others is our prayers.

Luke 22:32
John 17
John 14:16

When we pray for others the same qualities that Jesus prayed for, we know we’re praying in the will of God.

E. He prayed for unbelievers.

Luke 23:34

F. He has power over sickness, death, weather and demons.

Mark 1:23-27
Mark 1:40-42
Mark 4:36-40
Mark 5:35-42

"Learn to worship God as the God who does wonders, who wishes to prove in you that He can do something supernatural and divine." -Andrew Murray

Jesus’ Posture During Prayer

In my study of the gospels, I didn’t find one reference where Jesus folded His hands or bowed His head when He prayed. He had open and free communication with the Father. Most of the time he looked up, not down.

A. Looking toward heaven.

Matthew 14:19
John 11:41

B. Sitting.

Mathew 26:26

C. Prostrate (lying face downwards).

Matthew 26:39

D. On the cross (when in deepest agony).

Matthew 27:46

E. Hands raised in a blessing

Luke 24:51

Do you practice using various positions when you pray? Wherever you are, lift up your eyes to God. There is no need to be in a specific place to pray, such as a church. Pray wherever you are.


Jesus Commands Us To Pray …

"The greatest thing anyone can do for God and man is pray. It is not the only thing; but it is the chief thing. The great people of earth today are the people who pray. I do not mean those who talk about prayer, nor those who say they believe in prayer; nor yet those who can explain about prayer; but I mean those people who take time to pray." S.D. Gordon

A. That we won’t yield to temptation.

We are told to pray that we won’t yield to temptation, but it is evident that prayer helps us not to fall into temptation. Mark 14:38 (Luke 22:40,46).

"God will never tell us to do something that gratifies the flesh." – Charles Stanley

B. That during the end time, our flight would not occur on the Sabbath or winter, and that we might escape.

Luke 21:36 (Matthew 24:20; Mark 13:18, 19).

C. For God’s Kingdom to come.

"Of course, God’s will must be the primary object of our prayers… and we must recognize prayer as an instrument of God’s will. Therefore, we pray that God’s will may be done throughout the world… and in intercessory prayer we bring people… from around the world… into the presence of God." – Dietrich Bonhofer

Matthew 6:10a

D. For God’s will on earth.

Matthew 6:10b

E. For our daily bread.

Matthew 6:11

F. For forgiveness of our sins.

Matthew 6:12

G. Guidance away from temptation; deliverance from the evil one.

Matthew 6:13

H. Laborers for the harvest.

Matthew 9: 37,38 (Luke 10:2).

"Pursuing prayer is prayer on a mission. It is diligent, fervent, constant, persevering, determined and convinced."
– David Bryant

Jesus Taught His Disciples to Pray by…

A. Recognizing where God is and who He is.

Matthew 6:9

"If Bible Christianity is to survive the present world upheaval, we shall need to have a fresh revelation of the greatness and the beauty of Jesus … He alone can raise our cold hearts to rapture and restore again the art of true worship."
-A.W. Tozer.

B. Yielding their personal wills to God’s; right heart attitude.

Matthew 6:10

C. Our daily needs.

Mathew 6:11

D. Focus on our attitude toward others.

Paul Billheimer in his book, Don’t Waste Your Sorrows, suggests the measure we are able to forgive those who wrong us is an indication to what extent agape love is being developed in us.

Matthew 6:12

E. Recognition of God’s power over the evil one.

"God shapes the world by prayer. The more praying there is in the world, the better the world will be, the mightier the forces against evil…"- E.M. Bounds.


Jesus’ Principles of Prayer

"The point to remember is that all our circumstances are in the hands of God. The purpose of prayer is to reveal the presence of God, equally present at all times and in every condition."- Oswald Chambers

A. Have faith in God.

Mark 11:22-24

"It matters little what form of prayer we adopt… or how many words we use. What matters is the faith which lays hold on God, knowing that He knows our needs before we even ask Him. That is what gives Christian prayer its boundless confidence and its joyous certainty."- Dietrich Bonhofer

B. Ask and keep asking.

Luke 11:9-10.

C. Ask in Jesus’ name.

The company or organization you work for gives you status; your husband/wife gives you acceptability; your family gives you credibility. But only Jesus’ name gives you access to the Father.

John 14:13, 14
John 16:23b

D. Abide (remain) in Jesus.

John 15:7

E. Bear fruit.

John 15:16

"Prayer, for Jesus Christ, formed the brackets in which He accomplished His earthly work. It fortified Him with wisdom and power before action occurred, and it renewed, refreshed, and revived Him when His human strength was exhausted. On the front end He prayed for fruit, in the middle He bore fruit, and afterwards, He thanked God for fruit."-Dan Hayes.

F. Be Godly and do His will.

John 9:31

G. Forgive.

Mark 11:25

H. He judges hypocrites, but listens to a humble heart.

Luke 20:46,47
Luke 18:10-14
Matthew 6:5-7.

Perdebatan Nama Pribadi atau Nama Diri (Proper Name) Tuhan semakin hari semakin terlihat, tidak terlepas dari blog SabdaSpace juga, diantaranya dari artikel singkat GERAKAN NAMA SUCI
yg ditulis Hiskia22. Bagi saya artikel beliau hanya mempersingkat
artikel dari Ir. Herlianto dalam websitenya www.yabina.org. Agak
disayangkan si pemilik blog sama sekali tdk memberi komentar dan
tanggapan dalam perdebatan tersebut. Di tinggal begitu saja, pergi
langsung kabur. Awalnya saya berharap mendapatkan komentar dan kupasan
yg cukup dari Hiskia22, namun sayangnya beliau menulis begitu singkat.
Saya tdk tahu tujuannya menulis Blog itu. Agak berbeda dari biasanya.

Saya
pikir hampir semua blogger di SS ini sudah mengetahui mengenai
YHWH-JHVH-YAHWEH-JEHOVAH atau simplenya mengenai 4 huruf Tetragramatton
yg bisa dibaca di wikipedia, theopedia, dll.

Jika
saya tidak salah prediksi, Nama YHWH sudah mulai dibicarakan sejak
tahun 70an, namun baru menjadi hangat sejak munculnya Kitab Suci2 lain
selain Alkitab LAI TL (Terjemahan Lama) dan Alkitab LAI TB (Terjemahan
Baru) serta Alkitab PB edisi terbaru edisi ke2, mulai menghangat di
tahun 90-an terutama dari beberapa hamba Tuhan yg sudah sejak lama
ingin agar LAI menerbitkan juga ALkitab LAI dengan mencantumkan nama
YHWH (dibaca YAHWEH) menggantikan semua kata "TUHAN" (semua huruf
besar) di Alkitab LAI dan juga ALLAH (karena kalo Tuhan TUHAN), LAI
pikir akan membingungkan pembaca jadi terjemahklan dg Tuhan ALLAH
(ALLAH=YHWH="TUHAN").

Namun permintaan dari pihak Gerakan Nama Suci waktu itu tdk digubris Pihak LAI. Maka mereka mengganti kata TUHAN
di Alkitab LAI dengan YAHWE, atau YAHWEH. Meski melanggar Hak Cipta
LAI, kelompok yg satu (KS-UPT) ini nekad, karena permintaan mereka tdk
digubris LAI.

Muncul
beberapa Kitab Suci, dan yang paling terakhir adalah Kitab Suci
Indonesian Literal Translation (KS-ILT). KS-ILT mendapat getahnya,
alias semprotan/kritikan yg tdk baik dari pihak2 yg ingin
mempertahankan Alkitab LAI dan melihat track record yg buruk dari Kitab
Suci sebelumnya yg Tidak menghargai Hak Cipta LAI.

Namun,
saya bersyukur, Kitab Suci ILT sudah belajar dari kejadian2 sebelumnya.
Pihak Penerjemah ILT membuat terjemahan sendiri dan mendasarinya pada
The Interlinier Bible Jay P. Green, Sr. (ada 2 sumber lagi dari Hasil
Karya J.P. Green, Sr. karena ingin agar hasil terjemahan ILT akurat,
yaitu A Literal Translation of the Bible dan KJ3-Literal Translation
Bible, turut dicantumkan sbg naskah acuan pada hasil terjemahan
KS-ILT), selengkapnya sejarah KS-ILT bisa dibaca diwww.yalensa.org atau
di kata Pengantar edisi 1 dan 2 di Kitab Suci ILT. Terbitlah Kitab Suci
ILT tahun Okt 2007 dan Edisi 2 Nov 2008. Edisi 1 tercetak 20rb, edisi 2
tercetak 50 rb exp dengan menggandeng Abiyah Pratama sebagai Pencetak
dan Distributor. KS ILT sudah bisa ditemukan di Gramedia, tersedia juga
dalam bentuk software PDA, Mobile Phone, dll.

KS ILT menggunakan kata YAHWEH (semua huruf besar) sbg Nama Pribadi/Diri Tuhan untuk setiap kata TUHAN yg bisa kita temukan di Alkitab LAI, dan menggunakan kata Elohim untuk General Appelation/sebutan umum dari Tuan/Kurios/sebutan Tuhan.

Nah kembali ke topik di atas. Sejak kapan nama YHWH (dibaca YAHWEH) mulai disebutkan? Siapakah nama Pribadi Tuhan sebelum dunia diciptakan?

Jika kita mau menggali Alkitab, kata YHWH (dibaca YAHWEH) mulai muncul pertama kali di Kejadian 2:4 yaitu.....Ketika TUHAN Allah (YAHWEH Elohim) menjadikan bumi dan langit,

dan
Hawa menyebut nama YAHWEH di Kejadian 4:1 Kemudian manusia itu
bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu,
lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat
seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN (YAHWEH).

Dr.
Suhento Liauw menyatakan lebih tepat terjemahannya, Aku telah mendapat
seorang anak laki-laki yang adalah YAHWEH. Dalam blog saya, saya
pernah mengutip terjemahan beliau tt ayat ini. Ini hal yg lain lagi.

oke kita lanjut lagi, Kejadian 4:26 menyebutkan sejak zaman Enos nama Pribadi Tuhan ini diSEBUT.

Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN (YAHWEH).

Ir. Herlianto menafsirkan bahwa nama YHWH baru diperkenalkan kepada manusia yaitu Musa oleh YHWH sendiri sejak Keluaran 3:13-14

3:13
Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang
Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus
aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya?
--apakah yang harus kujawab kepada mereka?" 3:14 Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."
7 3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah (YAHWEH, Elohim) nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

Terlepas
dari benar tidaknya sejak kapan YHWH memperkenalkan nama
Diri/Pribadi-Nya yaitu YHWH, apakah sebelum Musa sudah pernah YHWH
perkenalkan nama Diri-Nya itu. Masih butuh perhatian lebih dalam tt hal
ini. Hal ini tampaknya jelas tidak benar.

Saya
berasumsi bahwa YAHWEH menggunakan bahasa Ibrani kepada Adam dan Hawa
dan memperkenalkan nama DiriNya ini yaitu YHWH (YAHWEH), sehingga Zaman
Enos orang sudah memanggil/menyebut Tuhan dg nama Pribadi/Diri Tuhan
yaitu YHWH.

Nama Bapa yg kekal selama2nya ini yaitu YHWH.
Oh ya, Musa nanya Tuhan “kalo orang Israel nanya, Musa lu itu siapa yg
utus, Tuhan mana yg utus lu?” Maklum asumsinya waktu itu banyak
dewa-dewa/berhala-berhala/sesembahan. Tuhan tahu Musa tuch cuma cari2
alasan untuk melarikan diri dari panggilan Tuhan, makanya pake
tawar-menawar lama pula ada 6 pertanyaan yg diajukan Musa untuk
mencari-cari alasan untuk menolak Perintah YHWH, baru akhirnya Musa mau.

Tuhan
menunjukkan eksistensinya, dan sekaligus juga menyebutkan nama
Pribadi-Nya yaitu YHWH, sambil mengingatkan mereka, YHWH itulah
Elohim/Tuhan yg disembah oleh Abraham, Ishak, dan Yakub, nenek moyang
mereka. Dengan nama YHWH (YAHWEH), Tuhan mengikat perjanjian kepada para Patriakh (Bapa leluhur bangsa Israel).

Kembali
lagi, hampir semua Teolog dan sebagian besar orang Kristen tahu bahwa
YHWH inilah NAMA DIRI/NAMA PRIBADI Tuhan yg begitu ditakuti dan
disegani oleh Bangsa Israel dan bangsa2 lain yg tahu tt Tuhannya orang
Israel, adalah Tuhan yg Hidup dan satu2nya.

Mengenai
kata ALLAH, saya tdk mempelajari khusus tt sejarah munculnya nama ini.
Banyak spekulasi2 di sana sini, dan banyaklah sumber yg diajukan, mulai
ari Ensiklopedia sampai pada salinan2 kuno.

Saya
dengan rendah hati harus mengakui, saya tidak begitu tertarik tt asal
usul kata ini, dan saya belum mempelajari sejarah kata ini.

Ada yg bilang itu nama salah satu dewa/berhala di Arab, yang kemudian hari diadopsi Muhammad sebagai nama Pribadi Tuhannya.

Ada
juga yg bilang, sebelum Muslim menggunakan kata ALLAH, kata ini sudah
digunakan bangsa2 disekitar Timur Tengah, juga bangsa Arab Kristen
sebelum Agama Islam/ Muslim ada.

Yg
pasti, hari ini kita ketahui bahwa bagi Umat ISLAM, kata ALLAH (yg bagi
kita orang Kristen Indonesia mengartikan sebagai nama sebutan/panggilan
untuk Tuhan yg kita sembah, kita tdk menganggap kata ALLAH sbg Nama
Pribadi/Diri dari Tuhan yg orang Kristen sembah,) sudah menjadi
NAMA PRIBADI/DIRI Tuhannya orang Muslim.

Contoh
kasus, Malaysia sudah melarang orang Kristen memakai kata "Allah"
(kasus Agnes Monika yg nyanyi lagu ALLAH PEDULI di Selangor),
Pengadilan Malaysia ribut bahas kata ALLAH di Alkitab Malaysia, dll.

yg
pasti sebagian besar orang Kristen Indonesia (sebagian gereja-gereja
Indonesia) yg memakai kata ALLAH, mengerti kata ini bukan sbg Nama
Pribadi Tuhan, namun hanya nama Panggilan/Sebutan umum (General
Appellation).

Saya tdk pusingkan soal kata “ALLAH”, saya sedikit demi sedikit mencoba meninggalkan kata "ALLAH" dan menyebut "Tuhan"

Pihak
Gerakan Nama Suci, menyimpulkan kata ALLAH ini berbau
BERHALA/DEWA2/kepercayaan mistik kuno dan juga Nama Pribadinya Tuhan
Muslim. Tampaknya jelas, dengan alasan ini tidak lagi menggunakan kata
ALLAH, Allah dalam Terjemahan Kitab Suci termasuk juga KS-ILT.

Dalam
blog SS ini, hanya Hai2 yg tidak terima YHWH itu nama Pribadi Tuhan,
beliau menganggap YHWH itu nama Marga, dan kata berikutnya yg ada
ayatnya, TUHAN yg Nama-Nya Cemburuan, dll..... itulah nama YHWH yaitu
Cemburuan=QANNA, dll yg bisa dia kutip penuh dari Alkitab LAI.
Sayangnya beliau tdk mau mengakui bahwa QANNA, JIREH, Tsidkenu, dll itu
Keterangan dari YHWH, atau saya sebut attribut atau sifat atau karya,
tergantung kata dibelakang YHWH.

Jadi kira-kira begini

YHWH yg NAMANYA CEMBURUAN, Allah yg Pencemburu

YHWH ha shem QANNA, El-Qanna bisa kita artikan sebagai YHWH yg namaNya Cemburuan/Pencemburu, atau YHWH yg Pencemburu

seperti orang Muslim bilang ALLAH HU AKBAR : ALLAH yg Maha Akbar, dll

Kesimpulan:

Nama Pribadi Tuhan adalah YHWH (YAHWEH) bukan QANNA, ALLAH, TUHAN, dll

Soal
nama Pribadi Tuhan yaitu YHWH apakah boleh diterjemahkan sebagai Theos
dalam PB, kita tahu memang nama YHWH itu diterjemahkan dengan kata
THEOS oleh Penulis PB yg umumnya kita semua sepakat ditulis dalam
Bahasa Yunani.

Patut
diperhatikan ketika, Yesus baca Kitab Yesaya, ada kata TUHAN (YAHWEH),
tentunya Yesus membaca dengan YAHWEH pada waktu beliau ada di Bait Suci

Yesaya 61:1

Roh Tuhan ALLAH (Ruach Adonay YAHWEH) ada padaku, oleh karena TUHAN (YAHWEH) telah
mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik
kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati,
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada
orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara.

Para
murid yg menulis Injil Lukas 4:18, menulis dalam bhs Yunani, kata YHWH
dalam Ibrani diganti diterjemahkan bhs Yunani Kurios.

Luk 4:18 "Roh Tuhan (pneuma Kurios)
ada pada-Ku, oleh sebab Ia (Krio) telah mengurapi Aku, untuk
menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah
mengutus Aku (ILT menerjemahkan pneuma Kurios dengan “Roh YAHWEH” karena mengutip PB dalam bhs Ibrani, juga karena ayat Lukas mengutip ayat dari Kitab Yesaya PL)

Luk 4:19 untuk
memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan
bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas,
untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Bagaimana dg Nama YESUS, Ibraninya YAH-Shua atau YAHweh Shua=YAH-weh yg menyelamatkan. Halelu-YAH, saya singgung dalam komentar2 saya di blog Hiskia, Halelu-YAH=Terpujilah YAH, nama pendek YHWH=YAHWEH.

mengenai
vokal e, muncul dari mana, saya pernah baca dari kata "E"LOHIM atau
HELLEL, ini perlu dicek lagi, maybe saya baca dari artikel pro YAHWEH.

Jadi
Nama Pribadi Tuhan kita YAHWEH=YHWH, cara baca semoga tdk terlalu
dipusingkan, ikut saja bangsa Yahudi yg tahu nama Pribadi Tuhannya itu
YAHWEH. Coba tanya ke orang Yahudi via internet/email, nama Tuhanmu itu
YAHWEH ya cara bacanya. Maybe para rabi itu tersinggung, “lu berani2nya
sebut nama Pribadi Tuhan gue dg sembarangan, kami saja setiap ketemu
kata YHWH ganti sebut dg ADONAY karena takut terkutuk kalo sebut
sembarangan dg tdk hormat, jadi lebih baik tdk usah sebut sekalian.”

Imam Besar sekali setahun memberkati Bangsa Israel dengan berkat Bilangan 6:24-26

Ucapan berkat imam

TUHAN (YAHWEH) berfirman kepada Musa:

"Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:

TUHAN (YAHWEH) memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN (YAHWEH) menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN (YAHWEH) menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."

Tentulah
Imam Besar dan Orang2 Lewi dan para imam, tahu cara pengucapannya yg
kita ikuti hari ini dengan mengucap nama itu menjadi YAHWEH.

Martin Luther, orang Jerman, sulit melafalkan kata “YAHWEH”, dia mengucapkan JEHOVAH. Ini Info saya lupa baca dimana.

Alkitab Inggris King James Version menulis “JEHOVAH”,
ada Alkitab lain tetap JHVH, Alkitab Indonesia daerah macam2
Transliterasi (Adopsi dengan ubah dikit), misal JAHOBA, JAHOVA, YEHUWA,
YHWH dibaca YEHEHUA (Alkitab Mandarin), dll. Bedakan kata
"Transliterasi" ini dengan "Translasi"/terjemahan.

Nama
Yang Maha Kuasa adalah YHWH. Ada banyak penafsiran tentang Nama YHWH.
Ada yang berpendapat bahwa Tetragrammaton [empat huruf] tersebut
diucapkan Jehovah. Adapula yang berpendapat Yahuweh dan Yahveh. Namun
indikasi kuat pengucapan YHWH adalah Yahweh, sebagaimana disitir dalam Ensiklopedia Judaica Vol III pada ulasan sebelumnya. Fakta ini diperkuat dengan ungkapan pujian “HaleluYah” yang merupakan bentuk singkat dari “Hallel” [pujilah] dan “Yah” [Yahweh]. Demikian pula nama-nama para nabi di Israel mengandung unsur-unsur nama Yahweh al., ObadYah, NehemYah, ZekharYah, MikhaYah, dll.

Implikasi
teologis Keluaran 3:15 adalah Yang Maha Kuasa memiliki suatu nama. Nama
mencerminkan otoritas dan pribadi yang tersembunyi. Pengungkapan ini
menepis spekulasi mengenai nama Tuhan yang dianggap beragam.

NAMA YAHWEH DALAM INSKRIPSI KUNO

Bukti-bukti
tidak hanya datang dari rekaman Kitab Perjanjian Baru dalam bahasa
Ibrani maupun Aram. Inskripsi [tulisan kuno pada batu] yang ditemukan
di Timur Tengah memberikan sejumlah data dan fakta yang meneguhkan
eksistensi dan penggunaan nama Yahweh dalam kehidupan zaman lampau.

1.
Tahun 1961, pada dinding sebuah gua kuno, tidak jauh dari Yerusalem
Barat Daya, ditemukan prasasti Ibrani dari Abad VIII sm. Prasasti ini
memuat
pernyataan, “Yahweh adalah Elohim dari seluruh bumi” (Israel Explorations Jurnal, Vol III, No 2)

2.
Tahun 1966, di Israel Selatan, yaitu Arad, ditemukan keramik dengan
tulisan kuno Ibrani. Umur tulisan paruh kedua Abad VII sebMs. Salah
satu tulisan itu adalah surat pribadi kepada seorang bernama Eliashib.
Tulisan tersebut berbunyi: “Kepada Tuanku, Eliashib, kiranya Yahweh menuntut perdamaian dari anda”. Kalimat tersebut diakhiri dengan, “ia berdiam dalam rumah Yahweh” (Israel Explorations Jurnal, Vol XVI, No 1).

3.
Tahun 1935-1938, ditemukan surat-surat dalam kepingan keramik di
Lachis. Surat itu nampaknya ditulis oleh seorang pejabat pos depan
Yudea kepada atasannya selama perang antara Israel dan Babel, akhir
Abad VII sm. Dari delapan kepingan, tujuh diantaranya memulai beritanya
dengan salam: “Biarlah Yahweh membuat Tuanku melihat musim ini dalam
keadaan darurat” (Nama Ilahi yg Akan Kekal Selamanya, Watch Tower
Bible&Tract Society Pensylvania, 1984)

4. Batu Moab yang tersimpan di Musium Louvre Prancis menuliskan nama
Yahweh. Pada batu tersebut merekam ucapan Raja Nebo saat menghancurkan Bait Suci, “Aku merebut disana altar Yahweh dan menyeretnya dihadapan Kamos” (Nama Ilahi yg Akan Kekal Selamanya, Watch Tower Bible&Tract Society Pensylvania, 1984)

5. Pdt. Charles Forster melaporkan temuan prasasti Sinai yang melaporkan
terbelahnya Laut Teberau dan berjalannya orang Israel didalamnya. Pada
prasasti tersebut dikatakan bahwa “Yahweh adalah pelindung dan pendamping mereka” (sumber buku Grant R. Jeffrey, Tanda Tangan Allah, YPI Imanuel)

Gereja yg Konsisten menggunakan nama “YAHWEH” dan meninggalkan kata “Allah”

Setahu saya, ada sekitar 200 gereja di Indonesia yang sudah mulai meninggalkan kata ALLAH dan konsisten pake YAHWEH
sbg Nama Pribadi/Diri Tuhan, ada berbagai denominasi di dalamnya mulai
dari Gereja Methodis Indonesia-GMI tionghoa di Sumut, Medan maybe, GBI,
GAIN=Gereja Alkitab Injili Nusantara, GKAI=Gereja Kristen Alkitab
Indonesia, GBT=Gereja Bethel Tabernakel, GPR=Gereja Pimpinan
Rohulkudus, Gekindo Jogja, GKA=Gereja Kemah Abraham, gereja2 baru, dll
dan Jaringan Gereja-Gereja Pengagung Nama YAHWEH.

Seorang Dosen SAAT Timotius Fu, diundang khotbah di Gereja Methodis Tionghoa di Sumut, gereja ini pake Nama Pribadi Tuhan “YAHWEH” dan tdk pake lagi kata “ALLAH”. Pak Fu, "ngancam" kalo ndak
boleh khotbah pake kata "Allah" dia tdk mau khotbah di situ. Saya
mengusulkan beliau “sudahlah Pak, ganti saja dengan kata “Tuhan”. ”
Gitu z kok repot:) kira2 begutu nasihatku kepada Beliau. Tapi pastinya
apa tetap pake “Allah” atau “Tuhan”, tanya beliau langsung.

Beberapa tokoh yang konsisten memakai Nama Pribadi Tuhan yaitu “YAHWEH” dan tidak lagi memakai kata “ALLAH” diantaranya
Pdt. Teguh Hindarto, M.Th dari GAIN=Gereja Alkitab Injili Nusantara
"Nafiri YAH-shua", Pdt. Jahja Iskandar, M.Th dari GBT Tuberta Jakarta
yang juga Pembina YALENSA=Yayasan Lentera Bangsa dan Editor Kitab Suci
ILT, Pdt. Lukas Sutrisno GBI Alfa Omega Megalang sekarang di GAIN Alga
Omega, Pdt. Devon Reynaldi dari GKAI,Kakak beradik Pdt. Daniel Nur Aziz
Antono dan Pdt. Sabbath Aenul Abiyah dari Gereja Isa Alamasih (GIA)
Muja-Muju Jogja, Pdt. Cornelius Sianturi, M.Div dari Gekindo Jogja,
Pdt. Leo dan Yvoune Setzepfand dari GBI Cibunar (sekarang Gereja
Kristen Alkitab Indonesia=GKAI), Pdt. Benyamin Obad-Yah dari GBI
Bintaro, Pdt. Deny Pantouw dari GKRI, Ev. dr. Suradi dari PLP Nehemia,
Pdt. Yakub Sulistyo, M.Th dari Gereja Pimpinan Rohulkudus, Pdt. Remidi
Panggabean dari Gereja Penyebaran Injil Indonesia, Alm Pdt. Yesaya Heri
dari GAIN, Pdt. Paulus Miskan dari GAIN, Pdt. Carlos Coesoy dari GBT
Banyuwangi, Pdt. Johan Mawati, Pdt. Nico Sumolang dari GPR Manado, Ev.
Paulus Tjie & Ev. Steven Tjie dg gereja barunya, Ev. Samuel Rahmat
dg gereja barunya di Surabaya, Bernis-JKT, Yoshua Paulus Bambang
Susetyo-Jogja, Eleazar Lioe Herry Budianto, S.Kom, di Jogja, Paulus
Birama dan Iman Sudibyo, serta GKMin alias Petrus Wijayanto, di
Salatiga, Gideon G. Ruhukail-Jakarta dll. Dalam buku-buku nyanyian
untuk Kebaktian, semua kata “Allah” diganti Tuhan, ada juga yg memakai
YAHWEH di lagu-lagu pujian, tergantung konteks kata “Allah” dilagu itu
cocoknya diganti “Tuhan” atau “YAHWEH” (misal lagu Doxologi: Puji Allah
(Tuhan) Bapa putera, puji Allah (Tuhan) Rohulkudus, KetigaNya yang Esa,
pohon slamat sumber berkat, AMIN.)

Usulan: Dalam membaca
Alkitab LAI, setiap menemukan kata “Allah”, anda bisa membacanya dengan
“Tuhan” dengan demikian, anda bisa lambat laun meninggalkan kata “Allah”

Kiranya apa yg saya tulis ini menjadi berkat bagi kita semua. Shalom Aleihim, YAHWEH Namanya adalah SATU-SATUNYA.

GBU
all, Oh Dunia... akhirnya selesai sudah artikel ini. Lebih kurang bisa
didiskusikan lagi. Maybe ada infoku kurang akurat, mohon dikoreksi.







Mesias adalah anak Allah

Masih dalam seminar ‘The Dead Sea Scrolls’. Juga membahas gelar ‘Anak Allah’ dan ‘Anak Allah yang maha Tinggi’, ternyata tercantum dalam naskah Putra Allah, temuan dari Gua 4 nomor 246. Naskah ini termasuk naskah-naskah yang baru dibuka kepada khalayak ramai tahun 1992.

Ternyata setelah dibuka dan diterbitkan oleh Shrine of The Books, Museum Israel (yang nota bene juga bukan Kristen), ternyata naskah-naskah yang dicurigai tersebut justru mendukung klaim Iman Kristen.

Bereh di El yetamar Elyon’ (Dia akan disebut Putra Allah, mereka menyebutNya Anak dari Yang Maha Tinggi), demikian bunyi kolom 2 naskah Anak Allah tersebut.

Jadi, kaum Eseni Qumran mengharapkan kedatangan figur Sang Mesias Ilahi, yang akhirnya mendasari refleksi gereja purba mengenai keilahian dan ketuhanan Kristus dalam kerangka keesaan Allah.

Inilah kali pertama ungkapan Anak Allah ditemukan sebuah teks Palestina di luar Alkitab, kata Bambang mengutip Hershel Shanks, seorang anggota peneliti senior Qumran .

Teks ini luar biasa pentingnya bagi semua ahli Perjanjian Baru untuk memahami latar belakang term-term dari Injil Lukas, seperti Anak Yang Mahatinggi dan Anak Allah (dan juga ditemukan di sepanjang ayat-ayat Perjanjian Baru).

Sebelumnya, beberapa sarjana menyangka bahwa istilah ‘Anak Allah Yang Mahatinggi’ dan ‘Anak Allah’ berasal dari aslinya berasal dari filsafat Hellenis di luar Palestina dan menentukan perkembangan doktrin Kristen selanjutnya.

Sekarang kita mengetahui, bahwa term-term seperti itu ternyata bagian dari ajaran Kristen asli yang berakar dari lingkungan Yahudi sendiri, demikian tegas Hershel Shanks seperti dikutip Bambang dalam bukunya, The Dead Sea Scrolls: Menggoncang atau Mendukung Kekristenan, yang di launcing dalam seminar tersebut.

Teks-teks mesianis Qumran lain, mendukung gambaran Mesias Ilahi. Misalnya, teks dua 4, nomor 286, kolom 13 menyebutkan bahwa: Surga (maksudnya Allah) akan bershekinah pada Sang Mesiah selama-lamanya (Ibrani: Syemayim ‘eamo yesha-ken le ead). Begitu pula, teks gua 4, nomor 521, kolom 1 menegaskan: ‘Makhluk-makhluk di surga dan bumi akan mendengar kepada Mesiah mereka’ (Ibrani: hasy Syemayim we ha arets yishma’fu le Mashiho).

Bambang dengan berapi-api dan lancar, juga mengutip teks Ibrani dari naskah gua 1, nomor 2 kolom 12, untuk membuktikan bahwa pengharapan mesianik Qumran mengakui konsep keilahian Sang Mesiah (the concept of Divinely beggoten Messiah), yang akhirnya ditekankan Yohanes sebagai Mukadimah Injil yang ditulisnya (Yoh 1: 1-18).

‘Sesuai dengan rencana Ilahi untuk orang kemasyuranNya. Supaya dikumpulkan mereka dalam kumpulan jemaah Tuhan, ketika Allah melahirkan Sang Mesiah (‘fim yolid ‘eEl et ha Mashiah) bagi mereka’, demikian Bambang membacakan teks Qumran yang dimaksud, Setelah 15 break menit untuk makan.

Bernuansa Polemik

Perlu diketahui, bahwa sejak penemuannya yang pertama tahun 1947 hingga tahun 1990-an, baru 80% bahan Qumran yang diterbitkan, dan 20% belum diterbitkan untuk umum.

Banyak hambatan dari faktor teknis, namun telah melahirkan tuduhan bahwa seolah-olah Vatikan turut menyensor naskah karena dikhawatirkan akan mengganggu klaim keunikan Iman Kristen.

Tuduhan ini antara lain disuarakan oleh penulis sensasional Michael Baigent dan Richard Leight, The Dead Sea Scrolls Deception (1991). Keduanya juga mengarang buku sensasional lain, Hoy Blood Holy Grail, yang mengatakan bahwa Yesus telah menikah dengan Magdalena .

Dalam penelitian awal Qumran , banyak ahli terburu-buru menyimpulkan bahwa keilahian Yesus bukan ajaran Yesus dan gereja mula-mula di Yerusalem, melainkan diambil alih dari ide kafir Yunani. Termasuk penulis-penulis generasi awal ini, Powell Davies, John Alegro, dan charles Francis Potter, yang menjadi acuan penulis-penulis Indonesia seperti Prof. H.M. Rasjidi, Saleh A. Handi dan M. Hasyem.

Karena itu, tegas Bambang yang meneliti naskah-naskah Qumran sejah tahun 1995 itu, tuduhan pemalsuan Kitab Suci adalah dongeng, dan bukan fakta sejarah yang didasarkan atas evidensi penelitian manuskrip.

Bambang juga menjelaskan, bahwa penemuan Qumran sering dijadikan rujukan para penulis sensasional. Barbara Thiering itu bukan ahli biblika, tidak usah didengar, kata pendiri Institute for Syriac Christian Studies (ISCS) itu.

‘Apalagi buku ini, tantangan dari Gua Qumran, karangan M. Hasyem, lha wong memasang foto manuskrip saja, huruf-huruf Ibraninya terbalik,’ kelakarnya pula dalam logat Jawanya yang medok.

‘Abbad mahmud al-Aqqad dalam bukunya ‘Aqariyyat al-Masih, yang pertama kali diterbitkan di Mesir tahun 1953, menyebutkan penemuan Qumran tanpa turut berspekulasi bahwa Yesus adalah Guru Kebenaran sekte Eseni.

Dalam bukunya yang sangat simpatik ini, ‘Aqqat menyebutkan bahwa penemuan Qumran sebagai konfirmasi atas risalah Gusti Al-Masih (tawakid al-hajatu ‘ila risalat as-Sayid al-Masih).

Sayangnya, sampai sekrang buku-buku polemik Islam yang mengutip penemuan laut mati sebagai ‘palu godam’ untuk menghantam integritas kekristenan masih banyak beredar.

Tidak ada upaya sedikitpun dari mereka untuk merevisinya, karena konklusi beberap penulis. Tetapi syukurlah tulisan-tulisan itu tidak berasal dari para ahli, sehingga biasanya dianggap sebagai ‘angin lalu saja’

Para peneliti Qumran dari tahun 1950-an itu, memang sudah banyak ditinggalkan orang, karena hasil penelitian yang lebih mendalam akhir-akhir ini.

Sumber Tabloit Gloria Edisi 374, Minggu ke IV Oktober 2007


Siapakah Yesus?S

Yesus and burung merpati

Pada pendapat anda, siapakah ...

bulletTokoh yang ulung sekali sepanjang zaman?
bulletPemimpin yang agung?
bulletGuru yang agung?
bulletOrang yang banyak sekali membuat kebajikan untuk manusia?
bulletOrang yang telah menjalani hidup yang paling suci?

Lawatlah ke mana-mana pun dan berbicaralah dengan penganut agama apa pun. Jika mereka mengetahui sejarah, mereka akan mengaku bahawa tidak pernah ada peribadi seperti Yesus dari Nazaret, tidak kira betapa komited mereka terhadap agama itu. Dia adalah tokoh yang unik sepanjang zaman.

Yesus telah mengubah haluan sejarah. Malah tarikh pada suratkhabar harian pun membuktikan bahawa Yesus telah hidup kira-kira 2,000 tahun dahulu. B.C. bererti "Sebelum Masihi" dan A.D. Anno Domino, "Setelah Masihi".

Kedatangan-Nya telah dinubuatkan

Beratus tahun sebelum kelahiran Yesus, Alkitab mencatatkan nubuat para nabi Israel tentang kedatangan-Nya. Perjanjian Lama yang ditulis oleh ramai orang dalam jangka masa lebih kurang 1,500 tahun, mengandungi lebih daripada 300 nubuat tentang kedatangan-Nya. Semua butir nubuat terjadi dengan tepat. Kehidupan Yesus, mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya, kata-kata-Nya, kematian-Nya di atas salib, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya ke Syurga -- semua ini menunjukkan bahawa Dia lebih daripada manusia. Yesus sendiri mendakwa, " Aku dan Bapa adalah satu." (Yohanes 10:30), "Orang yang sudah melihat Aku, sudah melihat Bapa" (Yohanes 14:9), dan "Akulah jalan untuk mengenal Tuhan dan untuk mendapat hidup. Tidak seorangpun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku." (Yohanes 14:6)

Hidup dan kata-kata-Nya menyebabkan perubahan

Perhatikan hidup dan pengaruh Yesus Kristus sepanjang sejarah, dan anda akan melihat bahawa Dia dan kata-kata-Nya sentiasa membawa perubahan yang besar dalam hidup manusia dan bangsa. Ke mana saja ajaran dan pengaruh-Nya disebarkan, kesucian dalam perkawinan, hak asasi wanita dan suara rakyat diterima. Sekolah-sekolah dan universiti-universiti didirikan; undang-undang untuk melindungi kanak-kanak diluluskan; perhambaan dihapuskan, dan banyak lagi perubahan telah dilakukan untuk kebaikan manusia.

Individu-individu juga mengalami perubahan yang dramatik. Contohnya, Lew Wallace. Dia adalah seorang jeneral yang terkenal dan seorang sasterawan genius yang pernah tidak percaya pada Tuhan. Wallace meluangkan masa selama dua tahun di perpustakaan terkenal di Eropah dan Amerika untuk mencari maklumat yang dapat menghancurkan agama Kristian selama-lamanya. Ketika dia menulis bab kedua, tiba-tiba dia mendapati dirinya berlutut dan berteriak mengakui Yesus sebagai Tuhannya.

Kerana bukti yang tidak dapat dipertikaikan, dia tidak dapat lagi menyangkal bahawa Yesus Kristuslah Anak Tuhan. Kemudian, Wallace telah menulis "Ben Hur", salah sebuah novel Inggeris termasyur yang pernah ditulis mengenai zaman Kristus.

Begitu juga dengan mendiang C.S. Lewis. Bertahun-tahun lamanya, profesor di Universiti Oxford ini menyangkal keilahian Yesus. Tetapi dia juga secara jujur menyerahkan hidupnya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamatnya, setelah mempelajari bukti yang kukuh tentang keilahian Yesus.

Pembohong atau orang gila?

Di dalam bukunya yang terkenal, "Mere Christianity", Lewis menyatakan, "Seorang manusia biasa yang mengatakan hal-hal seperti yang Yesus ucapkan, tidak mungkin adalah seorang guru moral yang agung. Dia mungkin seorang gila atau syaitan dari neraka. Anda harus memilih -- apakah Yesus adalah Anak Allah, seorang gila, atau lebih teruk daripada itu. Anda boleh menganggap Yesus sebagai seorang gila, atau berlutut di kaki-Nya dan mengakui Dia sebagai Allah. Tetapi janganlah kita menghina Yesus dengan mengatakan bahawa Dia seorang guru yang agung. Pilihan itu langsung tidak wujud."

Siapakah Yesus bagi anda? Jawapan anda akan menentukan hidup anda di dunia ini dan hidup selama-lamanya.

Kebanyakan agama adalah diasaskan oleh manusia dan berdasarkan falsafah buatan manusia, dan kebiasaan tingkah laku. Singkirkan pengasas-pengasas agama dari amalan praktik agama masing-masing, sedikit sahaja akan berubah. Tetapi singkirkan Yesus dari agama Kristian, tidak ada apapun akan tertinggal. Agama Kristian bukan sekadar falsafah hidup, etika piawai atau ketaatan mengerjakan suruhan agama. Agama Kristian yang benar adalah berasaskan kepentingan hubungan peribadi dengan Penyelamat yang hidup, Yesus Kristus.

Pengasas yang telah bangkit

Agama Kristian adalah unik -- Yesus disalibkan, dikuburkan, dan tiga hari selepas itu bangkit dari kematian. Sebarang perdebatan tentang kesahan agama Kristian adalah bergantung kepada bukti kebangkitan Yesus dari kematian.

Sepanjang zaman, kebanyakan cendekiawan hebat yang pernah mempertimbangkan bukti-bukti kebangkitan Yesus, percaya bahawa Yesus hidup. Setelah memeriksa bukti kebangkitan seperti yang dinyatakan oleh penulis-penulis Kitab Injil, mendiang Simon Greenleaf, seorang yang berwibawa tentang isu-isu perundangan di Harvard Law School membuat kesimpulan: "Adalah mustahil mereka dapat terus menegaskan bahawa apa yang mereka katakan itu benar jika Yesus tidak betul-betul bangkit dari kematian, dan mereka tidak pasti tentang fakta ini." John Singleton Copley yang diiktirafkan sebagai salah seorang intelek guaman terkemuka dalam sejarah British, memberi komen begini, "Saya pasti apa yang dimaksudkan bukti. Saya beritahu anda, bukti sebegini belum pernah tumpas."

Mengapa anda percaya

Kebangkitan Kristus adalah pokok iman seorang Kristian. Ada beberapa sebab mengapa mereka yang mempelajari kebangkitan, percaya bahawa itu benar :

Nubuat: Pertama, Yesus sendiri yang menubuatkan tentang kematian dan kebangkitan-Nya, dan hal-hal itu terjadi dengan tepat seperti apa yang telah Dia nubuatkan (Lukas 18:31-33).

Kubur yang kosong: Kedua, hanya kebangkitan dapat menjelaskan dengan munasabah kubur-Nya yang kosong. Membaca kisah Alkitab itu dengan teliti akan menunjukkan bahawa kubur di mana mereka meletakkan tubuh Yesus dijaga dengan ketat oleh askar-askar Roma dan ditutup dengan batu yang sangat besar. Jika Yesus tidak mati tetapi hanya menjadi lemah, seperti yang dikatakan oleh sesetengah orang, maka para pengawal dan batu tersebut akan menghalang Dia daripada melarikan diri -- begitu juga dengan sebarang usaha pengikut-pengikut untuk menyelamatkan-Nya. Musuh-musuh Yesus tidak akan menyembunyikan tubuh Yesus sebab kehilangan tubuh-Nya hanya akan menguatkan lagi kepercayaan tentang kebangkitan-Nya.

Pertemuan-pertemuan peribadi: Ketiga, hanya kebangkitan dapat menjelaskan mengapa Yesus dapat menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri sekurang-kurangnya 10 kali kepada mereka yang mengenali Dia, dan pada suatu ketika kepada lebih daripada 500 orang. Tuhan membuktikan bahawa semua penampakan ini bukanlah halusinasi: Dia makan dan berbual-bual dengan mereka dan mereka menjamah tubuh-Nya. ( I Yohanes 1:1)

Kelahiran gereja: Keempat, hanya kebangkitan dapat menjelaskan dengan munasabah permulaan gereja Kristian. Gereja Kristian merupakan institusi terbesar yang wujud atau pernah wujud di sepanjang sejarah dunia. Lebih daripada setengah khutbah-khutbah awal yang pernah disampaikan adalah berkaitan dengan kebangkitan (Kisah Para Rasul 2:14-36). Ketara sekali gereja awal mengetahui bahawa kebangkitanlah dasar khutbah. Musuh-musuh Yesus dan para pengikut-Nya boleh menghentikan mereka daripada berkhutbah demikian sekira mereka dapat mengeluarkan tubuh Yesus.

Hidup yang berubah: Kelima, hanya kebangkitan dapat menjelaskan dengan munasabah hidup murid-murid yang berubah. Mereka meninggalkan Dia sebelum kebangkitan-Nya. Setelah kematian-Nya mereka menjadi kecewa dan takut. Mereka tidak sangka bahawa Yesus akan bangkit dari kematian (Lukas 24:1-11).

Walaupun demikian, setelah kebangkitan Yesus dan pengalaman mereka pada hari Pentakosta, murid-murid yang kecewa dan takut ini berubah kerana kuasa kebangkitan Kristus. Dalam nama Yesus, mereka menyebabkan dunia tunggang-terbalik. Ramai mati kerana iman mereka; yang lainnya dianiaya dengan kejam. Mereka pasti tidak akan berani macam ini jika mereka tidak yakin bahawa Yesus benar-benar telah dibangkitkan dari kematian - suatu kebenaran yang berbaloi untuk mati.

Saya pernah bekerja dengan para cendekiawan dari universiti seluruh dunia selama 40 tahun. Tetapi, saya belum pernah bertemu dengan satu orangpun yang tidak percaya bahawa Yesus memanglah Anak Allah, Mesias yang telah dijanjikan, setelah mereka mempertimbangkan bukti-bukti secara jujur. Walaupun sesetengah orang tidak percaya, mereka dengan jujur mengakui bahawa mereka tidak meluangkan masa untuk membaca Alkitab atau mempertimbangkan fakta-fakta sejarah tentang Yesus.

Tuhan yang hidup: Kerana kebangkitan Yesus, para pengikut-Nya yang sebenar tidak lagi sekadar mematuhi etika seorang pengasas yang telah mati, tetapi memiliki suatu hubungan peribadi dengan Tuhan yang hidup. Yesus Kristus hidup hari ini dan Dia setia memberkati mereka yang mempercayai dan mentaati Dia. Berabad-abad lamanya, ramai orang telah mengakui kebenaran tentang Yesus, termasuk mereka yang telah banyak mempengaruhi dunia.

Ahli falsafah Perancis, Blaise Pascal, mengatakan tentang keperluan manusia terhadap Yesus: "Terdapat suatu kekosongan yang diciptakan oleh Allah di dalam hati setiap orang. Kekosongan ini hanya boleh diisi oleh Allah sendiri melalui anak-Nya, Yesus Kristus."

Mahukah anda mengenali Yesus Kristus secara peribadi sebagai Penyelamat yang hidup? Sesungguhnya anda dapat! Yesus begitu ingin menjalin hubungan peribadi yang penuh kasih dengan anda, sehingga Dia sudah menguruskan segala yang perlu.

Empat Rukun Rohani

Sebagaimana wujudnya hukum-hukum alam yang mentadbir alam semesta ini, demikian juga ada hukum-hukum rohani yang mentadbir hubungan anda dengan Tuhan.

Satu

HUKUM PERTAMA

Tuhan mengasihi anda, dan Dia menawarkan satu rancangan yang istimewa untuk hidup anda.

(Ayat-ayat yang terdapat di dalam buku kecil ini hendaknya dibaca dari Alkitab sedapat mungkin.)

Kasih Tuhan
"Oleh sebab Tuhan amat mengasihi dunia ini, Dia telah memberikan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap manusia yang mempercayai-Nya tidak akan binasa, tetapi beroleh hidup yang kekal."
Yohanes 3:16

Rancangan Tuhan
(Kristus berkata), "Aku datang, supaya mereka beroleh hidup, dan memperolehinya dalam segala kelimpahan." (hidup yang bererti dan penuh kebahagiaan)
Yohanes 10:10b

Mengapakah kebanyakan orang tidak menikmati
hidup yang berkelimpahan ini? Ini sebab ...



Dua

HUKUM KEDUA

Manusia berdosa dan terpisah daripada Tuhan, oleh itu, dia tidak boleh mengetahui dan mengalami kasih dan rancangan Tuhan untuk hidupnya.

Manusia Berdosa
"Semua manusia telah berdosa dan jauh daripada kemuliaan Tuhan."
Roma 3:23

Manusia telah dicipta untuk menikmati persekutuan dengan Tuhan. Tetapi oleh sebab kekerasan hatinya, manusia memilih jalannya yang tersendiri sehingga persekutuannya dengan Tuhan terputus. Menurut Alkitab, kekerasan hati ini sama ada dalam bentuk sikap memberontak ataupun sikap tidak peduli ialah dosa.

Manusia Terpisah
"Sebab upah dosa ialah maut . . ." (perpisahan rohani daripada Tuhan)
Roma 6:23

Gambarajah Hukum 2 Gambarajah ini menunjukkan bahawa Tuhan Mahasuci dan manusia berdosa. Satu jurang memisahkan mereka.
Anak-anak panah menunjukkan bahawa manusia cuba dengan sedaya-upaya untuk mencari Tuhan, dan hidup yang berkelimpahan melalui kehidupan yang baik, falsafah ataupun agama.

Hukum yang ketiga menjelaskan jalan tunggal untuk menjambatani jurang ini ...

Tiga

HUKUM KETIGA

Yesus Kristuslah satu-satunya jalan yang Tuhan berikan untuk menyelesaikan masalah dosa manusia. Melalui-Nya anda boleh mengetahui dan mengalami kasih dan rancangan Tuhan untuk hidup anda.

Kristus mati bagi pihak kita
"Tetapi Tuhan telah menunjukkan betapa kasih-Nya kepada kita dengan kematian Kristus bagi pihak kita walaupun pada ketika itu kita masih berdosa."
Roma 5:8

Kristus bangkit daripada kematian
"... Kristus mati kerana dosa kita ... Dia dikebumikan ... Dia dibangkitkan pada hari ketiga, menurut Alkitab. Dia memperlihatkan diri-Nya kepada Petrus, dan kemudiannya kepada dua belas orang murid-Nya. Setelah itu Dia memperlihatkan diri-Nya pula kepada lebih daripada 500 orang pengikut-Nya ..."
1 Korintus 15:3-6

Kristus jalan tunggal kepada Tuhan
Yesus menjawab, "Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tiada sesiapa pun yang boleh datang kepada Bapa kecuali melalui Aku."
Yohanes 14:6

Gambarajah Hukum 3 Gambarajah ini menunjukkan bahawa Tuhan telah menjambatani jurang antara manusia dengan Diri-Nya,
dengan menghantar Anak-Nya, Yesus Kristus, supaya mati di atas salib bagi pihak kita demi menebus kita daripada dosa.


Hanya mengetahui ketiga-tiga hukum ini tidak mencukupi . . .

Empat

HUKUM KEEMPAT

Kita mesti menerima Yesus Kristus sebagai penyelamat dan Tuhan kita secara peribadi. Dengan demikian, kita boleh mengetahui dan mengalami kasih dan rancangan Tuhan untuk hidup kita.

Kita mesti menerima Kristus
"Tetapi bagi mereka yang menerima dan mempercayai-Nya, diberikannya hak untuk menjadi anak-anak Tuhan."
Yohanes 1:12

Kita menerima Kristus melalui iman
"Dengan rahmat Tuhanlah anda telah diselamatkan melalui iman; dan bukannya melalui usaha diri anda. Ini adalah kurnia Tuhan, bukan hasil usaha-usaha tertentu. Maka tiada sesiapa pun yang boleh memegah-megahkan diri."
Efesus 2:8-9

Apabila kita menerima Kristus, kita mengalami kelahiran baru (baca Yohanes 3:1-8)

Kita menerima Kristus dengan mengundang-Nya secara peribadi
Kristus berkata, "Dengar, Aku berdiri di hadapan pintu dan mengetuk. Sekiranya sesiapa yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu, Aku akan masuk ke dalam ...."
Wahyu 3:20

Menerima Kristus melibatkan pertaubatan, dan mempercayai bahawa Kristus akan masuk ke dalam hidup kita untuk mengampunkan dosa kita dan menjadikan kita manusia mengikut kehendak-Nya. Hanya bersetuju bahawa Yesus Kristus ialah Anak Tuhan dan Dia mati di atas salib kerana dosa kita adalah tidak mencukupi. Begitu juga dengan pengalaman emosi. Kita mesti menerima Yesus Kristus melalui iman sebagai tindakan nekad kita.

Kedua-dua bulatan ini menggambarkan dua jenis hidup:

Gambarajah Dua Bulatan

Bulatan manakah yang mencerminkan hidup anda?
Bulatan manakah yang anda ingin mencerminkan hidup anda?

Berikut menjelaskan bagaimana anda boleh menerima Kristus:

Anda boleh menerima Kristus saat ini juga dengan berdoa berdasarkan iman: (Doa ialah percakapan dengan Tuhan)

Tuhan mengetahui isi hatimu. Dia lebih mementingkan sikap hatimu daripada kata-katamu. Berikut merupakan satu doa yang disarankan:

"Tuhan Yesus, aku memerlukan Engkau. Terima kasih kerana mati di atas salib untuk mengampunkan dosa-dosaku. Aku membuka pintu hatiku dan menerima Engkau sebagai Penyelamat dan Tuhanku. Terima kasih kerana memberi hidup yang kekal kepadaku. Jadikanlah aku seorang peribadi mengikut kehendak-Mu. Amin."

Adakah doa ini menyatakan keinginan hati anda?

Jika ya, ucapkanlah doa ini sekarang juga, dan Kristus akan masuk ke dalam hidupmu seperti yang telah dijanjikan-Nya.


Berdoalah buat semua anak2 Krisutus, agar Dunia ini selamat....!JBU!

Yesus dari Nazaret (kurang lebih antara 6 SM4 SM - 2933) adalah seorang tukang kayu, pengkhotbah/pengajar, penyembuh, guru/rabbi, pembuat mujizat, dan tokoh Yahudi yang paling terkenal; di dalam kekristenan juga dikenal dengan sebutan Yesus Kristus. Orang Kristen percaya, Yesus adalah Anak Allah, Tuhan, Mesias, dan Juru Selamat umat manusia; dalam Islam, Isa Almasih adalah seorang nabi penting (Nabi Isa). Yudaisme menolak anggapan bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dinubuatkan dalam kitab suci.

Nama "Yesus" adalah alihaksara dari bahasa Yunani Ιησους [Iēsoûs], yang pada gilirannya juga merupakan alihaksara dari bahasa Aram atau bahasa Ibrani yaitu:Yeshua, yang berarti : Keselamatan, atau "Tuhan adalah keselamatan", "Tuhan menyelamatkan". "Kristus" adalah gelar dalam teologi juga berasal dari bahasa Yunani Χριστός [Christos], yang dari bahasa Ibrani "Mesias", berarti "yang diurapi" atau "yang terpilih".

Dalam Islam, Yesus (bahasa Arab: عيسى,[Isa]) secara umum disebut dengan nama Isa bin Maryam yang berarti Isa putra dari Maria . Dia dianggap sebagai salah satu nabi penting dari Tuhan.[1][2] pembawa Injil dan pembuat keajaiban. Namun Islam tidak mengajarkan bahwa Yesus itu ilahi.

Berbeda dengan masa kecilnya yang tidak diketahui (selain cerita kelahirannya dan kisah Yesus pada umur 12 tahun sedang mengajar di Bait Allah, Yerusalem), kita memiliki banyak informasi tentang tiga tahun terakhir hidupnya, dan khususnya minggu terakhir, dari keempat Injil di Alkitab serta tulisan-tulisan Paulus dan murid-muridnya yang lain.

Tindakan dan perkataan Yesus yang dicatat dalam Injil merupakan ajaran dasar kekristenan. Yesus mengajar di Galilea dan Yudea, dengan pesan penyangkalan diri dan pengampunan dosa. Hukum terutama yang Yesus ajarkan adalah hukum Kasih, bahwa manusia harus mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.

Yesus dihukum mati di Yerusalem oleh gubernur Kerajaan Romawi, Pontius Pilatus, karena ditekan oleh massa yang gelap mata, dan dieksekusi dengan disalibkan. Yesus wafat dan dimakamkan, (berbeda dengan pandangan Islam yang tidak percaya / tidak menerima bahwa Yesus wafat dan bangkit), orang Kristen percaya bahwa Yesus bangkit kembali dari alam maut pada hari ketiga. Inilah Paskah bagi orang Kristen.

Ajarannya pada awalnya disebarkan oleh keduabelas rasul Yesus, dan setelah Yudas digantikan oleh Matias. Paulus, seorang Farisi yang mula-mula menganiaya pengikut Yesus, namun akhirnya bertobat dan menjadi pengabar Injil yang masyhur. Mula-mula ajarannya disebarkan di daerah Israel kepada kaum Yahudi, namun akhirnya juga kepada bangsa-bangsa lain bukan Yahudi, dimulai dari panglima Romawi, Kornelius, hingga akhirnya merambah ke seluruh Asia Minor dan Afrika Utara, daratan Eropa Barat, Eropa Timur, Rusia, benua Amerika dan Australia, dan akhirnya ke Asia, sesuai dengan pesan terakhir Yesus untuk memberitakan Injil hingga ke ujung dunia.

Pandangan Kristen tentang Yesus (lihat juga Kekristenan) berpusat pada keyakinan bahwa Yesus adalah ilahi, seorang Mesias yang kedatangan-Nya telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama, dan bahwa Ia bangkit pada hari ketiga setelah disalibkan. Umat Kristiani pada dasarnya percaya bahwa Yesus adalah "Anak Allah" (secara umum dapat diartikan bahwa Ia adalah Allah Anak, oknum kedua dalam Tritunggal), yang datang ke dunia untuk menebus dosa umat manusia dan memulihkan hubungan manusia dengan Tuhan melalui kematian-Nya. Umat Kristiani juga percaya bahwa Yesus dilahirkan oleh seorang perawan, mujizat yang dilakukan Yesus, kenaikan ke Surga, dan kedatangan Yesus ke bumi untuk kedua kali.


GBU Always
prays!!!!